Malam hari ini saya dibukakan pengertian segar yang baru yang menyenangkan hati saya. Saya ingin membagikannya kepada saudara mutiara pengertian ini. Pengertian terobosan itu adalah kaitan antara nafas fisik kita dan kehidupan kesehatan jiwa kita. Secara negatif ada kaitan antara kesulitan nafas dengan penyakit secara psikis.

Alkitab  mengajarkan manusia diciptakan ada bagian tubuh dan ada bagian jiwa. Alkitab mengkaitkan antara nafas fisik kita dengan hidup. Seringkali kita menangkap kaitan antara nafas dengan hidup itu secara biologis dan bukan juga secara psikis. Tetapi seharusnya kita mengerti bahwa nafas fisik ini ada kaitan bukan juga dengan kehidupan fisik tetapi juga dengan kehidupan secara sepenuhnya di dalam tubuh dan jiwa/roh.

 

Hari ini saya terbuka pengertian dari berbagai data empiris yang saya amati. Jujur ketika saya dirawat di rumah sakit mental waktu-waktu lampau, saya mengamati satu fenomena bahwa banyak pasien yang di rumah sakit mental mempunyai masalah dengan nafas. Ada pasien yang saya amati menutup pintu di kamar sambil menafas dengan menutup selimut sampai muka. Ada pasien lain yang bernafas menggunakan mulut dan seringkali harus merokok untuk menahan kegelisahan. Nafas dia pendek-pendek.

Hari ini saya pergi ke dokter THT. Sudah hampir satu bulan saya bangun tiap malam dan sesak nafas bisa berjam-jam.  Kemudian saya tadi hari ini di rontgen hidung dan paru-parunya. Dan didapati hasilnya adalah bagian konka hidung saya membesar sekali karena alergi sampai hampir menutupi. Dengan konka membesar seperti ini maka pernafasan sangat terganggu. Saya tidak bisa bernafas pakai hidung dan menggunakan mulut. Hal ini bukan hal yang baik. Secara biologis kesehatan, bernafas menggunakan hidung lebih baik daripada menggunakan mulut. Dengan menggunakan hidung udara kotor disaring oleh bulu hidung dan suhu udara disesuaikan dengan kondisi tubuh. Dengan menggunakan nafas dari hidung maka selain sesak, akibat lain adalah udara kotor dan suhu dingin tidak disaring. Sesak nafas juga berkaitan dengan oksigen yang diterima di otak.

Ketika hari ini saya ke dokter  THT, selain sesak nafas sebenarnya kondisi psikis saya sedang berada di kondisi depresi. Sudah beberapa minggu ini saya terus menerus setiap hari banyak tidur di sehari-harinya dan lemas badannya.  Aktifitas fisik mental saya sangat minim dan kurang bergerak. Hari ini bersyukur dengan saya harus ke bandung, naik angkot dan bergerak ke rumah sakit, ke tempat rontgen dan juga kembali ke dokter, dan kembali pulang naik angkot maka saya dipaksa untuk olah raga. Dokter sebenarnya hanya memberikan obat spray hidung dan beberapa obat yang dimakan. Tetapi dengan olah raga seharian ini saya disadarkan bahwa konka saya di sore hari mulai mengecil. Saya mulai bernafas dengan lega dan pikiran saya berangsur-angsur lebih enakan.

Akhirnya di malam hari ini saya terbuka klik satu pengertian dari refleksi beberapa data empiris. Saya mempunyai kepercayaan bahwa adanya korelasi antara sakit mental bipolar disorder yang saya alami dengan sakit sinusitis. Ini semua berdasarkan beberapa data empiris juga. Tahun 2003 ketika saya sedang kambuh bipolar disordernya, otak saya di MRI Scan. Dan sementara otak tidak ada masalah secara fisik maka yang terlihat adanya sinusitis di dekat kepala saya. Setelah keluarkan semua kotoran di sinusnya maka pikiran saya berangsur lebih enak.

Data yang saya dapatkan lainnya adalah saya dibukakan melihat satu pola yang membuat mekanisme berpikir saya kacau. Bila saya sedang berpikir negatif atau hal yang saya percaya juga sebuah serangan spiritual dari si jahat maka bila saya berespon dengan takut ( bukan dengan iman melawan ) akan mengakibatkan nafas saya berhenti tertahan. Kemudian berangsur-angsur saya akan menjadi sesak nafas. Dan entah bagaimana konka saya makin membesar dan saya makin sesak nafas. Setelah konka saya makin membesar maka saya makin kesulitan bernafas. Dengan kesadaran batin saya mulai menyadari bahwa pikiran saya mulai fokus bukan ke dunia fisik tetapi ke dalam dunia perasaan dan batin. Perasaan ini semua tidak jelas dan kacau balau. Mungkin saya sedang kekurangan oksigen dan otak tidak berpikir dengan jelas. Dan akhirnya saya makin sesak, diam dan tidak bertenaga. Segala hal tanggung jawab hidup menjadi terbengkalai dan respon orang lain supaya saya bergerak mengerjakan tugas sehari-hari dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu. Saya menjadi irritable. Saya memilih untuk diam dan tidak bergerak. Bergerak dianggap sesuatu yang mengganggu. Saya menjadi diam dan statis dan seperti mati. Konfrontasi dari luar akan membuat saya marah dan membawa saya impulsif marah, gelisah dan berangsur-angsur masuk ke dalam fase mania. Fase mania membuat pemberontakan, kemarahan, perlawanan dan ingin bebas liar. Sebalikanya fase depresi membuat tidak aktif, statis, depresif, pesimis dan diam. Yang ingin saya sorot hari ini adalah fase depresi yang statis dan diam beku.

Mengenai kediaman yang statis, saya teringat kepada kisah the Chronicles of Narnia karangan C.S Lewis. Disana ada perbandingan ketika di kerajaan Aslan maka semua alam semesta termasuk mahluk-mahluk bergerak bebas, hidup dan menikmati  anugerah di dalam pemerintahan Aslan. Tetapi di kerajaan ratu si jahat maka yang ada hanya diam statis dan beku. Saya disadarkan bahwa si jahat ingin supaya kita tidak bebas dan kita menjadi mekanik bahkan statis dan mati. Tingkat yang lebih buruk dari sebuah sakit mental adalah tingkat schizophrenia yang catatonic dimana seseorang tidak ada ekspresi dan diam saja seperti patung. Walaupun masih hidup bernafas secara biologis tetapi sebenarnya jiwa orang yang berada dalam keadaan seperti itu seperti sudah mati.

Puji Tuhan buat Injil ! Injil pasti membawa kelegaan dan berita sukacita. Saya percaya bahwa orang-orang percaya yang bergumul di dalam pergumulan psikis ada di dalam anugerah Tuhan. Terlebih dari itu orang-orang percaya yang bergumul di dalam kesehatan psikis sudah mengalami keselamatan. Keselamatan ini bukan saja pembenaran di hadapan Tuhan tetapi juga pengudusan yang progresif. Walaupun tahap yang dilalui melewati penderitaan. Tetapi janji Tuhan bahwa kemuliaan di masa akan datang lebih indah daripada penderitaan yang dialami sekarang.

Malam hari ini saya punya iman kepercayaan bahwa tubuh kita perlu dijaga. Nafas perlu dipertahankan berjalan dengan leluasa. Bait Roh kita ini berkaitan dengan kesehatan secara psikis. Kesehatan tubuh ini berkaitan dengan kesehatan jiwa kita. Tetapi pada akhirnya saya bersyukur Tuhan Yesus menebus tubuh, jiwa / roh kita secara tuntas di kayu salib. Puji Tuhan !

Soli Deo Gloria

Jeffrey Lim

21-4-2012

Add comment


Security code
Refresh

We have 2 guests and no members online