Ketika memasuki awal tahun 2015, ketika menghitung hari-hari yang berlalu, saya, Jeffrey Lim, menyadari bahwa saya sudah menjalani pergumulan dengan Bipolar Disorder selama 17 tahun semenjak tahun 1998. Periode 17 tahun tentu bukan waktu yang singkat bahkan adalah separuh dari usia saya yang adalah 34 tahun. Sewaktu merefleksi ke belakang, banyak ingatan suka dan duka yang sudah dilalui dalam melewati hari-hari selama 17 tahun ini. Ada banyak kali saya harus mengalami masa-masa kegelapan di dalam hidup ketika mengalami fase depresi. Ada banyak kali keberadaan saya mungkin mengganggu sekitar terutama keluarga ketika saya sedang mengalami fase mania dan psikotik. Ada empat kali saya harus diam tidak bisa apa-apa selama periode waktu hampir enam bulan bahkan setahun lebih. Tetapi di dalam penderitaan yang dialami banyak juga penghiburan yang dialami. Perhatian keluarga dan keberadaan anak saya juga menjadi penghiburan bagi saya.
    
Kalau saya mencoba menghitung berkat Tuhan, saya harus bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan Allah Tritunggal yang sudah memelihara separuh usia saya di dalam jatuh bangun hidup saya dengan sakit mental Bipolar Disorder ini. Tuhan sudah setia memelihara dan mencukupi kebutuhan saya dan juga keluarga saya baik dari kebutuhan hidup jasmani termasuk medis & rumah sakit ( yang tentunya cukup mahal ) dan juga kebutuhan rohani di dalam FirmanNya yang disampaikan baik melalui mimbar maupun pembacaan Alkitab. Saya juga bersyukur kepada Tuhan yang melalui gerejaNya, melalui tubuh Kristus, melalui saudara-saudari seiman, melalui keluarga, melalui para hamba Tuhan, yang menguatkan saya melalui doa, perhatian dan bimbingan. Saya menyadari bahwa saya bisa ada sampai sekarang dan menikmati segala berkat Tuhan adalah karena kasih karunia Tuhan semata-mata. Dan anugerah di masa lampau menguatkan membuat saya di masa kini berani berharap bahwa dimasa depan juga ada anugerah masa depan. Saya tidak tahu masa depan akan seperti apa. Tetapi saya percaya pemeliharaan Tuhan atas hidup saya dan keluarga saya. Saya percaya Tuhan setia memelihara anak-anakNya. Saya menyadari iman saya mungkin kecil dan saya perlu terus kekuatan Tuhan. Dan saya percaya di dalam iman kecilku bahwa Tuhan akan menguatkan saya.

 

Jeffrey Lim, M.C.S

Add comment


Security code
Refresh

We have 6 guests and no members online